Sesuai rencana PMI akan membangun 187 unit rumah bambu di Desa Sukamanah. Menurut data PMI, sebanyak 1.205 rumah di Desa Sukamanah rusak total dan tidak layak huni. Untuk kegiatan ini PMI menurunkan 49 relawan dari PMI Cabang Kabupaten Bandung, Cianjur, Garut, dan PMI DIY untuk mendampingi masyarakat membangun rumah bambu.
Para relawan ini telah berpengalaman dalam membangun rumah bambu bagi korban bencana gempa DI Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2006 lalu. Diakui Diki Permana, Staf Divisi Penanggulangan Bencana PMI Cabang Kabupaten Bandung, meski pembangunan rumah bambu berlangsung baik, namun para relawan menghadapi kendala cuaca akibat turunnya hujan.
“Biasanya 1 unit rumah bisa kami bangun dalam waktu 3 hari, tapi karena cuaca hujan, kini kami perlu hingga 5 hari untuk membangun satu rumah. Tapi secara keseluruhan pembangunan rumah bambu ini berlangsung baik,” kata Diki Permana.
Pascabencana gempa, mayoritas warga di Desa Sukamanah tinggal di tenda atau mengungsi ke rumah tetangga mereka yang tidak terkena dampak gempa. Dengan adanya rumah bambu ini, sebagian warga kini tidak perlu lagi tinggal di tenda atau mengungsi di kerabat mereka, namun dapat menetap di dalam rumah sementara mereka.
Dalam kunjungannya ke Desa Sukamanah pada Kamis lalu (8/10), Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad menjelaskan, pembangunan rumah bambu di lokasi ini merupakan bagian dari pembangunan 3.000 rumah bambu yang disebar di sejumlah lokasi bencana gempa Jawa, seperti Tasikmalaya, Cianjur, Kabupaten Bandung, dan Garut. Rumah bambu ini serupa dengan rumah bambu yang pernah dibangun pascabencana gempa DI Yogyakarta dan Jawa Tengah di lima daerah yaitu Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunung Kidul, dan Klaten.
“Rumah bambu ini tahan gempa dan kami telah membangun rumah serupa untuk para korban gempa DIY tahun 2006 lalu. Rumah ini bisa menjadi rumah sementara bagi para korban dan sudah terbukti tahan ditempati untuk 2 tahun ke depan,” jelas Ketua Umum PMI, Mar’ie Muhammad di lokasi pembangunan rumah bambu di Pangalengan, Kamis (8/10).
Rumah bambu anti gempa ini berukuran 4 meter x 6 meter dengan dinding bilik. Sebagai rumah sementara, bangunan ini dapat dihuni oleh satu keluarga atau sekitar 4-5 orang.
Selain di Desa Sukamanah, PMI juga membangun rumah bambu di Desa Jagabaya, Kecamatan Cimaung, Pengalengan Jawa Barat. Hingga kini sebanyak 46 unit telah terbangun dan dihuni oleh warga sekitar.
(Dok. Foto oleh Akbar Wilendra, Staf PSK Markas Pusat PMI)
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Arifin Muh. Hadi, Kepala Divisi Penanganan Bencana Markas Pusat PMI, Hp. 0811 943 952, Tlp. 021-799 2325, ext. 222 atau Tia Kurniawan, Staf Divisi Penanganan Bencana Markas Pusat PMI, Hp. 0856 2439 8474, Tlp. 021-799 2325, ext. 202. Kontak Media: Aulia Arriani, Hp. 0816 795 379. E-mail.aulia_arriani@pmi.or.id.
